Dalam dunia jaringan komputer, nama MikroTik tentu sudah tidak asing lagi. Vendor asal Latvia ini terkenal dengan perangkat jaringan seperti router, switch, hingga server berbasis software RouterOS yang banyak digunakan di berbagai skala, mulai dari jaringan rumahan, kantor, hingga penyedia layanan internet (ISP). Salah satu keunggulan MikroTik adalah fleksibilitasnya, karena bisa diimplementasikan dalam berbagai jenis server dan perangkat.
Tapi, sebenarnya apa saja jenis server MikroTik itu? Apa bedanya satu dengan yang lain? Artikel ini akan membahas perbedaan server MikroTik beserta fungsi-fungsinya agar kamu bisa memilih sesuai kebutuhan jaringan yang kamu kelola.
Apa Itu Server MikroTik?
Secara umum, istilah server MikroTik merujuk pada perangkat atau sistem komputer yang diinstal RouterOS, sistem operasi khusus dari MikroTik yang berfungsi sebagai router, firewall, bandwidth management, VPN server, hotspot gateway, dan banyak lagi.
Server MikroTik bisa berupa:
- Perangkat router hardware khusus MikroTik (RouterBOARD atau seri CCR)
- PC Server biasa yang diinstal RouterOS
- Virtual Machine (VM) berbasis RouterOS ISO image
Masing-masing bentuk server MikroTik ini memiliki karakteristik, kelebihan, dan fungsi spesifik yang membedakannya. Berikut ulasan lengkapnya.
Jenis dan Perbedaan Server MikroTik
1. RouterBOARD (RB Series)
Ini adalah perangkat router fisik keluaran MikroTik yang sudah terintegrasi dengan hardware dan RouterOS di dalamnya. RouterBOARD tersedia dalam berbagai varian, dari seri untuk rumahan hingga enterprise.
Kelebihan:
- Mudah dipasang dan diatur
- Konsumsi listrik rendah
- Stabil karena hardware dan software sudah terintegrasi
- Tidak memerlukan lisensi tambahan
Kekurangan:
- Spesifikasi hardware terbatas
- Kapasitas port dan RAM sesuai tipe perangkat
Contoh: RB750Gr3, RB2011UiAS, RB4011, hAP series, dan lainnya.
2. Cloud Core Router (CCR Series)
Cloud Core Router (CCR) adalah lini router high-end dari MikroTik dengan spesifikasi jauh lebih tinggi dibanding RouterBOARD biasa. CCR dilengkapi prosesor multi-core, RAM besar, dan port gigabit hingga 10G.
Kelebihan:
- Performa sangat tinggi untuk traffic padat
- Cocok untuk ISP atau data center
- Fitur enterprise-ready
- Support hingga ribuan koneksi simultan
Kekurangan:
- Harga lebih mahal
- Konsumsi listrik lebih tinggi
- Ukuran fisik lebih besar
Contoh: CCR1009, CCR1036, CCR1072
3. PC Server dengan RouterOS
MikroTik juga menyediakan RouterOS dalam bentuk ISO installer yang bisa diinstal ke PC atau server standar. Konsep ini sering disebut MikroTik x86.
Kelebihan:
- Fleksibel, bisa memilih spesifikasi hardware sesuai kebutuhan
- Kapasitas storage, RAM, dan port network card bisa disesuaikan
- Biaya awal lebih murah jika menggunakan PC bekas
- Cocok untuk learning, lab jaringan, atau proyek custom
Kekurangan:
- Konsumsi listrik lebih besar
- Potensi stabilitas tergantung kualitas hardware
- Membutuhkan lisensi RouterOS terpisah (Level 4–6)
Contoh penggunaan: Server gateway sekolah, kantor kecil, ISP kecil-menengah.
4. Virtual Server MikroTik (VM / Cloud)
Server MikroTik juga bisa dijalankan dalam bentuk virtual machine (VM) menggunakan software virtualisasi seperti VMware, VirtualBox, atau Proxmox. MikroTik menyediakan file image khusus untuk VM.
Kelebihan:
- Hemat ruang dan listrik
- Bisa dijalankan di cloud server atau VPS
- Fleksibel dalam uji coba topologi jaringan
- Cepat deployment tanpa perlu hardware fisik
Kekurangan:
- Performa tergantung resource server host
- Tidak semua fitur hardware dapat dijalankan optimal
- Lisensi tetap dibutuhkan sesuai Level RouterOS
Contoh penggunaan: Lab virtualisasi, simulasi jaringan ISP, backup router.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Pilihan jenis server MikroTik yang paling tepat tergantung kebutuhan dan kondisi lingkungan jaringan yang kamu kelola:
- Rumahan atau kantor kecil: RouterBOARD tipe hAP atau RB750 series sudah cukup.
- ISP kecil-menengah: Cloud Core Router (CCR) lebih ideal karena mampu menangani traffic besar.
- Lab atau testing: Gunakan PC server bekas atau virtual server MikroTik.
- Data center atau ISP skala besar: CCR high-end atau VM MikroTik di cloud server.
MikroTik menyediakan beragam jenis server dan solusi jaringan, mulai dari RouterBOARD yang sederhana, Cloud Core Router (CCR) dengan performa tinggi, PC server dengan RouterOS, hingga virtual server MikroTik. Masing-masing memiliki kelebihan, kekurangan, dan skenario penggunaan yang berbeda.
Dengan memahami perbedaan server MikroTik ini, kamu bisa menentukan pilihan yang paling sesuai untuk kebutuhan jaringan, budget, dan skala operasional. MikroTik bukan hanya soal perangkat router, tapi juga solusi lengkap manajemen jaringan modern yang fleksibel dan bisa diandalkan.











Tinggalkan komentar