people, business, meeting-1979261.jpg

5+ Strategi Membangun Brand Identity Yang Baik

Identitas (identity) yang memiliki arti jati diri tidak hanya menyangkut perihal manusia, tapi juga produk. Dalam hal ini, kita mengenalnya dengan istilah brand identity.

Contoh sederhana dari brand identity adalah kemasan. Ketika kamu membeli mie instan merek B, kamu mengenalinya dari kemasannya bukan?

Pada kemasan tersebut biasanya terdapat logo atau elemen lainnya (seperti: warna, cap, tagline, dsb) yang mengingatkanmu pada merek B. Dengan demikian, kamu tidak keliru mengambil merek lain.  Kamu bisa membedakan antara merek satu dengan yang lainnya secara mudah.

Ya, brand identity memberi jalan bagi suatu merek untuk memiliki tempat spesial di benak konsumen. Tapi bagaimana membangun brand identity yang baik?

5+ Strategi Membangun Brand Identity Yang Baik dan Kuat

Brand identity yang baik memberi pengaruh positif terhadap citra perusahaan dan penjualan. Tadi kamu sudah mengalaminya sendiri, betapa mudahnya mengenali merek B dari kemasannya. Hal ini menunjukkan bahwa brand identity punya kekuatan yang tak bisa dipandang remeh.

Tapi untuk membangun brand identity yang baik dan kuat diperlukan strategi yang efektif. Kalau kamu tertarik, dan sepertinya sih kamu tertarik banget, kamu bisa menyimak catatan kami berikut ini.

Inilah 5+ strategi membangun brand identity yang baik agar produkmu punya citra kuat di mata konsumen.

1. Selaras Dengan Brand Guidelines

Langkah pertama dalam strategi membangun brand identity yang baik adalah:  menyelaraskan brand identity dengan visi misi perusahaan dan brand guidelines. Apa itu brand guidelines?

Mengutip HubSpot, brand guidelines adalah pedoman yang digunakan oleh perusahaan untuk mengatur desain, tampilan, dan komposisi dari sebuah brand.

Kamu belum punya brand guidelines? Tenang, ikuti langkah berikut.

Dikutip dari Canva, beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat mengatur brand guidelines adalah:

–          Palet warna

–          Tipografi

–          Brand image and design element

Dalam membangun brand identity, kamu perlu memperhatikan palet warna. Palet warna merupakan bagian dari brand guidelines. Dalam hal ini, kamu perlu memilih warna yang sesuai dengan identitas brand kamu.

Misal, brand kamu identik dengan warna biru dan hijau, maka 2 warna tersebut harus muncul pada setiap tanda pengenal brand kamu. Contohnya pada kemasan, logo, website, konten marketing, atau variabel brand identity lainnya. Tidak disarankan untuk menggunakan warna yang jauh berbeda.

Selain palet warna, penting juga untuk memilih huruf yang mengekspresikan brand kamu. Tipsnya, pilihlah tipe font yang mudah dibaca. Font yang dipilih sebaiknya juga cocok digunakan dalam jangka waktu panjang agar mudah diingat pelanggan.

Brand identity juga perlu disesuaikan dengan brand image dan elemen desain. Kamu bisa menggunakan ikon atau gambar yang merepresentasikan brand kamu. Contohnya Pixar Disney yang menggunakan lampu sebagai ikon khasnya.

Adapun, elemen desain yang perlu diperhatikan adalah tingkat saturasi, kontras, ketajaman, dan berbagai setting gambar lainnya.

2. Menggunakan Bahasa Yang Konsisten

Strategi membangun brand identity yang baik berikutnya adalah menggunakan bahasa yang konsisten.

Dengan menggunakan bahasa yang konsisten, merek kamu berpotensi untuk bertahan lama (memorable) di benak konsumen. Sebaiknya, penerapan bahasa yang konsisten ini selaras di berbagai channel marketing untuk menimbulkan brand awareness di kalangan konsumen.

Penggunaan bahasa sesuai citra brand juga membantu menekan potensi kesalahpahaman dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

3. Analisis Kompetitor dan Pasar

Analisis perusahaan pesaing dan pasar termasuk bagian dari strategi membangun brand identity yang baik. Dalam melakukan analisis ini, sekurangnya ada 4 hal yang perlu diklasifikasi, yaitu audiens, misi perusahaan, proposisi nilai dan persaingan, serta analisis SWOT .

Kamu perlu tahu siapa yang cocok menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan oleh brand kamu. Selain itu, penting juga untuk melakukan analisis mendalam terhadap kompetitor agar kamu tahu bagaimana mereka membangun brand identity yang kuat.

4. Pahami Tujuan Utama Bisnis

Memahami tujuan utama bisnis juga termasuk dalam strategi membangun brand identity yang baik. Sebab, brand identity juga diartikan sebagai “kepribadian bisnis / brand tone” dan “janji perusahaan kepada pelanggan”.

Poin kedua secara tidak langsung menjelaskan bahwa brand identity harus mencakup tujuan utama bisnis (didalamnya termasuk janji kepada pelanggan). Karena itulah, penting bagi kamu untuk memahami apa tujuan utama bisnis sebelum kamu mulai membangun brand identity.

5. Lakukan Audit Brand

Sudah memiliki brand identity? Langkah selanjutnya adalah mengaudit brand kamu. Untuk permulaan, kamu bisa gunakan pertanyaan ini sebagai panduan:

1. Apakah brand identity yang sekarang sudah cocok dengan visi misi perusahaan?

2. Apakah brand identity yang sekarang sudah melekat dan menarik hati pelanggan?

3. Sejauh mana pelanggan mampu mengingat brand identity kamu?

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah kamu perlu melakukan rebranding atau tidak? Jika tidak maka kamu hanya perlu mempertahankan brand identitu yang sudah ada.

Audit perlu dilakukan untuk mengetahui strategi apakah yang perlu kamu lakukan sekarang. Kamu juga bisa mencari tahu brand identity seperti apa yang cocok untuk brand kamu.

Caranya bisa dengan melakukan survei atau kuesioner. Kamu bisa tanyakan kepada tim internal, karyawan perusahaan, partner bisnis, dan pelanggan.

Bersiaplah untuk menerima saran dan kritik dari responden dan gunakan hal tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan strategi selanjutnya.

6. Pahami Siapa Target Market Kamu

Tadi pada poin 3 sudah disebutkan bahwa dalam membangun brand identity, kamu perlu mengetahui siapa target market kamu. Maksudnya adalah kamu perlu mengetahui siapa yang berpotensi membeli produk atau layanan kamu.

Memiliki pengetahuan yang baik tentang hal ini dapat membantumu membentuk brand identity yang tepat sekaligus kuat. Itu karena cara ini mempermudah brand kamu untuk diterima oleh target market.

Bayangkan kalau kamu menarget anak muda tapi brand identity kamu tidak menunjukkan kesan futuristik sama sekali. Boleh jadi, hal ini membuat brand kamu tidak relatable dengan target market. Walhasil, brand kamu susah diingat oleh mereka.

7. Tentukan Kepribadian / Karakter Brand

Termasuk di dalam strategi membangun brand identity yang baik adalah menentukan kepribadian brand. Apakah brand kamu cenderung feminin atau maskulin? Tradisional atau kekinian? Tech-driven atau eco-conscious? Mahal atau terjangkau?

Kalau kamu belum bisa menemukan karakter brand kamu, kamu bisa gunakan pertanyaan ini sebagai panduan :

1. Apa misi brand kamu?

2. Apa yang membuat brand kamu berbeda dari brand lainnya?

3. Bagaimana kamu mendeskripsikan brand kamu?

4. Bagaimana pelanggan melihat brand kamu?

5. Apa ekspektasi kamu terhadap pengalaman konsumen saat menggunakan produk atau layanan kamu?

6. Brand kamu ingin dikaitkan dengan jenis emosi seperti apa? 

Dengan memiliki brand identity yang unik dan menarik, kamu akan lebih mudah dihafal oleh pelanggan dibandingkan kompetitor lain.

Itulah 5+ strategi membangun brand identity yang baik. Brand identity membantu produk kamu agar dikenal dan terlihat unggul.

Hal yang perlu ditekankan adalah brand identity lebih dari sekadar mission statement pada dinding dan logo. Brand identity adalah refleksi dari pemikiran, karakter, dan nilai-nilai yang kamu anut.

Siap untuk merancang brand identity-mu?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top