privacy policy, keyboard, security-510731.jpg

20+ Berbagai Jenis Keyword yang Perlu Diketahui

Berapa banyak keyword yang kamu tahu? Kebanyakan dari kita hanya mengetahui 2 – 3 jenis keyword, yakni short tail, medium tail dan long tail. Siapa sangka ternyata di belantara internet ini tersimpan banyak jenis keyword.

Di belantara internet ini, kamu bisa menemukan sekurangnya 20 jenis keyword yang memiliki ciri khas dan fungsi berbeda. Memahami berbagai jenis keyword tersebut sangatlah penting supaya kamu dapat memilih kata kunci yang tepat dan paling sesuai kebutuhanmu. Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan berbagai jenis keyword berikut.

Berbagai Jenis Keyword Berdasarkan Panjangnya

1. Long-tail Keyword

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan jenis keyword yang satu ini. Long-tail keyword adalah kata kunci yang memiliki lebih dari 3 kata. Contohnya seperti:

●      minuman diet sehat dan bernutrisi,

●      apa beda SEO dan SEM,

●      bagaimana cara meningkatkan skill programming dan sebagainya.

Long-tail keyword bersifat sangat spesifik sehingga tingkat kompetitifnya rendah, artinya mudah untuk di-ranking. Tak heran, long-tail keyword menghasilkan konversi lebih tinggi dibandingkan jenis kata kunci short-tail maupun medium-tail. 

2. Medium-tail Keyword

Medium-tail keyword merupakan kata kunci yang terdiri dari 2-3 kata. Dibandingkan long-tail keyword, jenis kata kunci ini cenderung bersifat umum (kurang spesifik). Beberapa contoh medium-tail keyword adalah :

●      cara memasak Soto,

●      warna cat rumah,

●      rekomendasi susu anak dan sebagainya.

Medium-tail keyword memiliki volume pencarian cukup tinggi. Karena itulah, tipe ini dianggap lebih kompetitif dibandingkan long-tail keyword. Dikarenakan sifatnya yang cukup kompetitif, maka medium-tail keyword ini lebih sulit di-ranking. Tapi, potensi trafik yang dihasilkan cukup besar.

3. Short-tail Keyword

Short-tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari 1-2 kata. Dibandingkan dua jenis keyword sebelumnya, kata kunci ini cenderung lebih pendek. Karena itulah, short-tail keyword bersifat sangat umum. Beberapa contohnya adalah:

●      strategi SEO,

●      jenis keyword,

●      apel,

●      bisnis,

●      tips kesehatan dan lainnya.

Short-tail keyword menawarkan daya dukung rendah terhadap peringkat website karena tingkat persaingan untuk keyword ini sangat tinggi. Coba saja bandingkan volume pencarian untuk strategi SEO dengan strategi SEO yang ampuh dan efektif, mana yang angka pencariannya paling tinggi?

Tentu saja, keyword pendek (strategi SEO) yang memiliki volume pencarian lebih besar. Dapat dipahami bahwa short-tail keyword jauh lebih sulit untuk di-ranking. 

Berbagai Jenis Keyword Berdasarkan Sifatnya

1. Market Segmented Keyword

Market segmented keyword merupakan kata kunci yang lekat dengan suatu brand atau industri tertentu. Keyword ini memiliki cakupan cukup luas, namun mampu menyasar kelompok audiens dengan kebutuhan yang spesifik. Contoh kata kuncinya adalah sepatu Nike, sepatu olahraga, tas selempang dan semacamnya.

2. Product-defining Keyword

Product-defining keyword adalah kata kunci yang menjelaskan suatu produk. Biasanya kata kunci ini bersifat cukup detail sehingga sering digunakan pengguna untuk menelusuri produk yang spesifik.

Bila kamu tertarik menggunakan product-defining keyword dalam strategi SEO, hal yang perlu kamu lakukan adalah menganalisa produk-produk terlebih dulu.

Lalu, kamu dapat menyusun deskripsi yang tepat untuk masing-masing produk tersebut. Setelah itu, kamu bisa ambil beberapa dari deskripsi tersebut untuk dijadikan sebagai product-defining keyword. 

3. Product Keyword

Sekilas mirip dengan product defining keyword, tetapi keyword yang satu ini memiliki pengertian yang cukup berbeda. Product keyword adalah kata kunci yang mengarah langsung ke produk atau jasa yang ditawarkan suatu brand.

Contohnya ketika kamu mengetik mie instan di Google Search. Hasil penelusuran mungkin menunjukkan beberapa merek yang memproduksi mie instan.

4. Customer-defining Keyword

Customer-defining keyword sifatnya jauh lebih spesifik. Kata kunci ini menjelaskan secara detail apa yang dicari konsumen, contohnya sepatu olahraga wanita, hijab motif bunga, kemeja pantai pria dan semacamnya. Sebagian besar customer-defining keyword berupa medium-tail atau long-tail keyword.

5. Branded Keyword

Branded keyword biasanya dibangun oleh dua elemen, yakni brand + nama produk. Contohnya seperti sepatu sandal Bata, LED TV Samsung, smartphone Nokia dan sebagainya. Kamu dapat memanfaatkan branded keyword untuk memperluas brand awareness dan menggaet konsumen potensial. 

6. Competitor Keyword

Competitor keyword adalah kata kunci yang menyebutkan brand kompetitor, yakni pesaing bisnismu. Biasanya jenis keyword ini digunakan untuk mengalihkan perhatian konsumen yang sedang mencari tahu tentang brand tertentu. Harapannya, konsumen tersebut berubah pikiran, lalu menaruh minat ke brand kamu.

Misalnya jika Adidas ingin ‘mengambil’ konsumen Nike, maka Adidas bisa mencoba menggunakan competitor keyword seperti sepatu Nike.

7. Geo-targeted Keyword

Kamu pernah menelusuri kata kunci seperti ini?

●      angkringan murah Jogjakarta,

●      toko kue Bandung

●      tempat wisata Jawa Barat

Itu adalah beberapa contoh geo-targeted keyword. Jadi, geo-targeted keyword merupakan kata kunci yang memiliki keterangan lokasi di dalamnya. Dengan demikian, kata kunci ini bersifat sangat spesifik karena merujuk pada daerah tertentu. Kata kunci ini sangat cocok untuk kamu yang menjalankan bisnis lokal (misal: laundry Pontianak). 

Berbagai Jenis Keyword Berdasarkan Prioritas Dalam SEO

1. Primary Keyword

Primary keyword adalah salah satu keyword yang berperan cukup penting dalam SEO. Ini adalah kata kunci utama dalam suatu konten SEO.

Kata kunci ini menjadi fokus / topik dalam suatu konten SEO. Biasanya, primary keyword memiliki frekuensi kemunculan tertinggi – dibandingkan kata kunci lainnya. Bentuknya bisa berupa short-tail, medium-tail maupun long-tail keyword.

2. LSI Keyword

Adapun LSI keyword merupakan kata kunci pendukung yang berfungsi memperjelas topik konten SEO. Kata kunci ini membantu mesin pencari seperti Google untuk memahami isi halaman website atau konten SEO.

Contohnya jika kamu memilih tips diet sehat sebagai primary keyword maka LSI keyword yang dapat dipilih antara lain: kiat diet organik, tips diet cepat (kemiripan konteks) daftar menu diet sehat seminggu dan semacamnya. 

Berbagai Jenis Keyword Berdasarkan Jangka Waktu

1. Short-term Keyword

Short-term keyword merupakan kata kunci yang bersifat jangka pendek. Maksudnya, pencarian untuk kata kunci tersebut hanya bertahan pada suatu momen saja. Contohnya seperti cuaca bulan Juli, hasil pemilu 2019, harga minyak goreng pada hari Senin, pertandingan Liverpool hari ini dan semacamnya.

2. Long-term Keyword

Long-term keyword merupakan kata kunci yang volume pencariannya tidak terpengaruh waktu. Jadi, long-term keyword adalah kata kunci yang tetap dicari walaupun sudah berganti tahun. Kata kunci ini bersifat jangka panjang, contohnya adalah tips bisnis, menu makanan sehat, olahraga ringan, tutorial make up simpel dan semacamnya.

Berbagai Jenis Keyword Berdasarkan Google Ads

1. Exact Match Keyword

Exact match keyword merupakan kata kunci yang memicu kemunculan iklan tertentu. Biasanya kata kunci ini diterapkan pada kampanye digital. Jika seseorang menelusuri kata kunci tersebut maka iklan akan ditampilkan.

Konsepnya, iklan akan muncul apabila keyword iklan dengan keyword pengguna, cocok. Misalnya keyword iklan adalah jasa content writing, maka saat pengguna menelusuri jasa content writing, iklan tersebut muncul.

Iklan juga muncul apabila pengguna menelusuri sinonim keyword tersebut, misalnya jasa menulis konten/artikel.

2. Negative Exact Match Keyword

Lawan dari exact match keyword adalah negative exact match keyword. Ini merupakan kata kunci yang mencegah munculnya iklan.

Misalnya jika suatu iklan memiliki negative exact match keyword sepatu olahraga, maka iklan tersebut tidak ditayangkan jika pengguna menelusuri keyword sepatu olahraga (penulisan sama persis).

Tapi, iklan ditayangkan jika pengguna menambahkan kata lain, contohnya sepatu tennis (penambahan kata tennis),  sepatu olahraga biru (ada tambahan kata biru), olahraga sepatu (urutan terbalik), dan sebagainya.  

3. Phrase Match Keyword

Phrase match keyword merujuk pada frasa pencarian atau konteks pencarian. Jadi, iklan ditampilkan apabila pengguna mengetikkan kata kunci yang memiliki konteks sama dengan phrase match keyword yang dimiliki iklan.

Bila iklan menerapkan phrase match keyword jasa content writing maka iklan berkemungkinan muncul pada pencarian keyword jasa content writing terdekat, agen penulisan konten, agensi content writer, layanan penulisan content  dan semacamnya.

4. Negative Phrase Match Keyword

Negative phrase match keyword merupakan lawan dari phrase match keyword. Kata kunci ini mencegah iklan ditayangkan untuk pencarian frasa yang sama persis.

Contohnya jika iklan memiliki negative phrase match keyword running shoes maka iklan tersebut tidak tampil ketika pengguna menelusuri running shoes.

Selain itu, iklan juga tidak ditampilkan ketika pengguna menggabungkan running shoes dengan kata lain, contoh blue running shoes. Tetapi, iklan muncul ketika pengguna menelusuri shoes running (keyword sama persis, namun urutan terbalik).

5. Broad Match Keyword

Pada iklan yang menerapkan broad match keyword, maka penayangan iklan dapat terjadi ketika ada yang menelusuri kata kunci yang bersifat umum, tapi masih berkaitan dengan keyword iklan tersebut.

Contohnya, jika suatu iklan menarget keyword jasa content writing, maka iklan tersebut tetap muncul ketika ada yang menelusuri harga jasa content writing.

6. Negative Broad Match Keyword

Lawannya broad match keyword adalah negative broad match keyword. Kata kunci ini mencegah suatu iklan muncul pada pencarian keyword yang memiliki kesamaan kata maupun konteks.

Jika suatu iklan menerapkan negative broad match keyword running shoes, iklan tersebut tidak dimunculkan ketika ada yang menelusuri running shoes, blue running shoes, shoes running (urutan terbalik pun tidak berpengaruh), dan semacamnya.

Berbagai Jenis Keyword Berdasarkan Search Intent Pengguna

1. Informational Keyword

Berdasarkan search intent pengguna, keyword terbagi ke dalam (sekurangnya) empat jenis, salah satunya adalah informational keyword. Ini adalah kata kunci yang memicu konten-konten informatif pada hasil pencarian Google.

Contohnya cara memasak Rawon, apa itu SEO, pengertian click through rate (CTR), rekomendasi sepatu lari terbaik untuk orang dewasa dan sebagainya.  

2. Navigational Keyword

Navigational keyword merupakan kata kunci yang dipicu oleh keinginan pengguna untuk mengakses website tertentu.

Contohnya ketika pengguna menelusuri Kompas website, maka kemungkinan besar ia ingin mengunjungi situs kompas.com. Begitu pula ketika pengguna menelusuri Tribunnews, kemungkinan besar ia bermaksud untuk membuka situs tribunnews.com.

3. Transactional Keyword

Transactional keyword merupakan kata kunci yang identik dengan proses transaksi atau pembelian suatu produk atau jasa tertentu. Contohnya adalah harga jasa content writing, harga sepatu Nike, beli sepatu murah Bandung, jual smartphone murah dan semacamnya. 

4. Commercial Investigation Keyword

Commercial investigation keyword merupakan kata kunci yang serupa dengan transactional keyword, bedanya kata kunci ini digunakan pengguna untuk mengumpulkan informasi sebelum memutuskan membeli produk atau jasa.

Contoh kata kuncinya Acer Nitro 5 vs Asus TUF Gaming, review skincare, testimoni jasa content writing dan sebagainya.

Itulah 20 lebih berbagai jenis keyword yang perlu diketahui. Ternyata banyak sekali ya? Padahal itu baru sebagian lho. Biarpun kita hanya mengupas kulit luarnya saja, namun ini sudah cukup untuk membantu kita dalam menyusun strategi SEO dan SEM yang lebih baik. Manfaatkan informasi ini sebaik mungkin ya!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top